AQIQAH KiMi!

Idul adha kemaren mengingatkan saya sama aqiqah anak kedua kami Kimi Abizar, sebenarnya acara sudah berlangsung dua bulan yang lalu ketika anak kami 40 hari setelah lahiran tanggal 8 agustus 2010.

Berikut saya copas dari Wikipedia

Aqiqah berasal dari kata ‘Aqq yang berarti memutus dan melubangi, dan ada yang mengatakan bahwa aqiqah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, dan dikatakan juga bahwa ia adalah rambut yang dibawa si bayi ketika lahir. Adapun maknanya secara syari’at adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan. Hukum aqiqah menurut pendapat yang paling kuat adalah sunnah muakkadah, dan ini adalah pendapat Jumhur Ulama, berdasarkan anjuran Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam dan praktek langsung beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam. “Bersama anak laki-laki ada aqiqah, maka tumpahkan (penebus)darinya darah (sembelihan) dan bersihkan darinya kotoran (Maksudnya cukur rambutnya).” (HR: Ahmad, Al Bukhari dan Ashhabus Sunan)

Aqiqah adalah syari’at yang ditekan kepada ayah si bayi. Namun bila seseorang yang belum di sembelihkan hewan aqiqah oleh orang tuanya hingga ia besar, maka dia bisa menyembelih aqiqah dari dirinya sendiri, Syaikh Shalih Al Fauzan berkata: Dan bila tidak diaqiqahi oleh ayahnya kemudian dia mengaqiqahi dirinya sendiri maka hal itu tidak apa-apa menurut saya, wallahu ‘Alam.

Paragraf di atas mengingatkan saya pada cerita ibu saya, ternyanta waktu kecil juga saya dan saudara2 saya tidak langsung di aqiqahkan karena dulu orang tua saya belum tahu tentang syariat tsb dan tidak ada yg memberitahu, maka saya dan saudara2 saya di aqiqah kan saat kami sudah beranjak besar. Yang lebih parah kedua orang tua saya pun begitu sewaktu itu belum di aqiqah kan, makanya rencana nya orangtua saya akan mengaqiqahkan dirinya sendiri dalam waktu dekat, setelah tahu syariat bahwa aqiqah bisa dilakukan kemudian. So buat yang belu aqiqah in anak atau aqiaqh buat diri sendiri tunggu apa lagi jika sekarang sempat dan mampu…

Yang lucu lagi dr pengalaman aqiqah anak saya yg kedua ini, saya sempet mengcapture salah satu domba yg ‘nyegiir’ pas mau saya foto, nggak tau tuh maksud dia nyegir nih ngeledek saya, ato dia takut mau di potong, ato emang alay nya domba tau aja kamera doi..

sedangkan untuk hukum mencukur rambut anak pada saat aqiaha saya coba cari googling seperti berikut :

Imam Malik meriwayatkan hadits dari Ja’far bin Muhammad dari ayahnya, ia berkata: Fatimah r.a. menimbang rambut Hasan, Husain dan Zainab, dan Ummu Kultsum, lalu berat timbangan rambut tersebut diganti dengan perak dan disedekahkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s